Aku penipu,yang tak mampu menipu hatiku
Sepertinya ia selalu tau bahwa buah pikiranku akan menipunya
Meskiaku sudah memberinya bergelas geas madu,
agar ia tak memberi tau matahari bahwa aku penipu
Tapi ia teguh memegang tiang kebenaran dan berkata " kau penipu "
Seperti pohon yang tak mau membohongi dahannya
bahwa kelak ia akan kering dan terjatuh
Berdiri tegak menantang angin beliung,
lalu dannya jatuh terhuyung huyung
Tapi ia tak tau bahwa si akar mencuri serbuk bnga
dan menyimpannya dalam kata kata,di sembunyikan di dasar tanah yang menyimpan cerita
Menceritakan tentang pahitnya hidup,dan sebuah taman yang beruari air mata
Melayapi ujung demi ujung taman itu,sederet bung dfan bangku tua
ada suara sunyi dan kamboja yang menatap beku pada cermin batu
Saat angin mengkhiatati semua janjinya,pergi ke negri sebrang ilalang
Di mana semua jalan namak gamang,banyak persimpangan yang membingungkan
Aku pernah bertarung dengan hatiku,tentang sebuah kebenaran
Si jahat yang sangar berkoar koar,kadang ia gemulai dan lihai menipu
dan si baik berupa kata kata,lembut sperti angin timur,sejuk denganirama teratur
Seketika pikiran menantang hati tentang kata kata,yang mengambang dan yang buruk rupa
" katanya
No comments:
Post a Comment