pada suatu ketika, suauaaana pasar
pada suatu ketika
Hari berjalan seperti biasa, angin bertiup pelan menggerakkan kincir
angin berhias dua punakawan sementara sang burung nampak bertengger di
kabel listrik di temani layang ntah punya siapa yang nyangkut di dekat
tiang. Di bawahnya bekas spanduk masih menggantung memamerkan lusuh
kainnya yang berdebu, berteman iklan sedot wc yang nampang persis di
sampingnya. Di bawahnya hilir mudik pedagang, pembeli di pasar
tradisional berbalut suara raungan knalpot bajaj yang nyelonong di
antara para penghuni pasar. Sementara lagu khasidah perdamain mengalun
membius beribu telinga menyeruak dari radio usang di lapak pedagang mi
di pinggiran pasar.
susanana warung
kakek tua dan pesawat alien
Begitulah kira kira awal dari film pada suatu ketika karya lakonanimasi,
suasana pasar tradisional nampak jelas dari mulai, pedagang, jalanan di
tenganhnya hingga kompresor tukang tambal ban juga ada, pokoknya
menggambarkan pasar tradisional yang sebenarnya… Makin menarik karena
tiba tiba saja ada pesawat asing di atas langit yang dapat mengubas
kendaraan menjadi robot.
gelombang menerjang
Bajaj berubah jadi robot
motor yang jadi robot
Beranjak kewarung mie di pinggir jalan suasana, perabot yang di gunakan
juga benar benar tak asing di mata kita orang indonesia, dari mangkok
(ada gambar ayamnya hehe) tempat sendok, teko jadul bermotif batik biru
putih, juga asbak serta puntung rokok bergaris kuning haha.
Jika di perhatikan lebih jauh film ini seperti ingin menampilkan
suasana pasar tradisional seutuhnya, termasuk para pedagang, ada nenek
tua yang menggendong bakul pengemudi bajaj, gerobak para pedagang bahkan
pakaiannyapun sebagian juga pakaian tradisional.
orang orang di pasar pada bengong melihat robot besar berdiri di depan mereka
Pada bagian lain ada lapak tukang tambal ban lengkap dengan kompresor
serta motor butut yang roda depannya sudah di copot benar benar mirip
suasana yang sering kita lihat, alias serba sederhana Di sisi lain
suasana pasar menggabungkan antara pasar di jawa dan di jakarta terlihat
dari pakaian tradisional jawa, lalu bajaj, kopaja yang biasa kita
temukan di jakarta, luar biasa menurut saya. Secara keseluruhan menrut
saya sudah keren termasuk gerak gambar dan detail dari tiap tokoh yang
ada top lah menurut saya. Yang mungkin tak asing lagi di mata kita
adalah kopaja bertuliskan ” doa ibu “
kopaja berstiker doa ibu
sekumpulan kendaraan yang berubah jadi robot
Sebenarnya di taun 2003 indonesia sudah bisa membuat film animasi yang
di putar di layar lebar. Film tersebut berjudul janus prajurit terakhir
yang mengisahkan tenteng seorang prajurit mekanik dari abad 34 bernama
Janus. Di kisahkan Janus terlibat dalam sebuah peperangan melawan Draco
hingga Janus terlempar ke abad 21 dan ingin kembali ke masa depan untuk
melanjutkan perjuangannya. Dalam cerita film ini Janus di bantu oleh
sahabat barunya dari abad 21, Mayo (Derby Romero), serta sahabatnya,
Indri (Alyssa Soebandono). Tantangan yang dihadapi ketiga sahabat ini
tidak mudah. Mereka dikejar dua anak badung, diburu pasukan Draco dari
masa depan, serta orang-orang dewasa yang tidak mempercayai cerita Mayo.
janus
Film berdurasi 96 menit ini di sutradarai oleh Chandra Endroputro
Produser Reza Yusuf Enoch Raam Punjabi Penulis Chandra Endroputro
Pemeran : Derby Romero, Alyssa Soebandono, Fath Aliansuah, Budiman Ray
Burhanuddin, Reggy Lawalata Wawan Wanisar Rachman Yacob Jamie Aditya
Torro Margens Distributor Spektra Film Multivision Plus memang sih
animasi dalam film ini tak sekeren Pada suatu ketika punya lakonanimasi,
karena tak sepenuhnya animasi tapi setengah animasi. Karena memang ada
kesulitan untuk membuat film Janus prajurit terakhir menjadi full
animasi “Untuk pembuatan full animasi selama dua menit ketika Janus
bermimpi, itu para animator membutuhkan waktu hingga 1,5 bulan lamanya,”
ujar Chandra Endoputro. Hmm kira kira bisa gak ya film pada suatu
ketika di angkat ke layar lebar seperti Janus ? Mudah mudahan. Kalau
saja ada yang mau mendanai bukan tak mungkin rasanya bila lakoanaimasi
bisa membuat film animasi yang menarik yang layak di putar di layar
lebar.
No comments:
Post a Comment